Perahu
atau Ketek
I.1 LATAR BELAKANG
Di Era modern ini jarang kita temuin
tempat- tempat yang masih alami dan masih erat dengan tradisionalnya. Tapi di
kota jambi masih ada tempat – tempat yang bisa kita temuin yang alami dan masih
erat dengan Tradisionalnya yaitu SEKOJA (Seberang Kota Jambi).
Seberang Kota Jambi atau Sekoja adalah
bagian utara Kota jambi yang dipisahkan oleh sungai Batanghari. Walaupun hanya
berjarak beberapa ratus meter dari Pusat Kota, namun Sekoja jauh tertinggal
dibandingkan dengan bagian Kota Jambi yang lain. Tidak ada gedung
tinggi,apalagi mall, yang ada hanyalah rumah rumah panggung khas Jambi.
Seberang Kota Jambi adalah wajah Kota Jambi sebenarnya, tempat warga asli
melayu jambi tinggal beserta adat istiadatnya, serta tempat peninggalan benda
bersejarah yang masih bertahan dan terjaga baik dari gerusan zaman. Sekoja
bersebelahan dengan pusat kota Jambi, namun untuk menuju kesana harus melintasi
sungai Batanghari dahulu. Anda dapat menggunakan Getek (atau Ketek) ataupun
perahu wisata tradisional Jambi yaitu “Kajang Lako”. Perjalanan dengan Perahu
dari Pusat Kota menuju Sekoja hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja dengan
biaya 2ribu-5ribu saja .
Sungai Batanghari merupakan sungai terpanjang
di Sumatera yang berhulu dari danau Kembar di Solok. Mengalir melewati provinsi
Sumatera Barat lalu Jambi dan bermuara di selat Berhala. Di kota Jambi sungai
ini membelah kota menjadi dua bagian yaitu Jambi kota dan Jambi seberang. Jambi
kota dan seberang dihubungkan oleh jembatan Aur Duri dan yang paling baru
adalah jembatan Batanghari. Dari kejauhan jembatan Batanghari mirip dengan
jembatan Sydney di Australia.Selain lewat jembatan, masyarakat Jambi masih
setia menggunakan perahu motor yang disebut ketek untuk menyeberang dari kota
menuju seberang. Ongkosnya yang murah hanya dua ribu rupiah membuat semua
kalangan mulai dari pedagang, anak sekolah, sampai pegawai negeri rutin
menggunakan ketek.Ketek banyak dijumpai di dermaga di belakang pasar Angso Duo,
pasar induk di Jambi. Selain itu bisa juga ditemui di belakang Ramayana. Tepat
di sebelah pasar.Ketek bisa memuat paling banyak 15 orang. Bagi yang belum
terbiasa naik ketek mungkin akan takut jatuh karena perahu ini akan
bergoyang-goyang saat pertama kali naik perahu. Namun, perahu akan stabil saat
mulai melaju.
·
Ada 3 macamukuranperahu:
1.
Perahu yang panjangnya 7 meter, dijual dengan
hargaRp 4.500.000,dengan modal Rp 2.000.000 , dan dapat diselesaikan dalam waktu
10 hari.
2.
Perahu yang panjangnya 8 meter,
dijualdenganhargaRp 7.000.000, dengan modal Rp3.000.000
,dandapatdiselesaikandalamwaktu 15 hari.
3.
Perahu yang panjangnya 12 meter,
dijualdenganhargaRp 23.000.000, dengan modal Rp 13.000.000,
dandapatdiselesaikandalamwaktusatubulan.
Dalamsatubulanpemesananada
2-3 perahu.Pembuatan perahu ini dikerjakan sendiri tanpa menggunakan pegawai tetap.Jika
pemesanan ketek 4-5 dipelukan pegawai panggilan 2 atau 3 orang agar
penyelesaiaan perahunya cepat.
Muatan dan berapa banyak kayu
yang digunakan jika ukuran perahu sebaga berikut:
v Jika ukuran perahu 7 meter,
banyak papan yang digunakan untuk membuat perahu 1 kibik/ ikat, muatan yang
bias dicapai dengan perahu1 ton.
v Jika ukuran perahu 8 meter,
banyak papan yang digunakan untuk membuat perahu 1 1 /4kibik
/ ikat, muatan yang bias dicapai dengan perahu 3 ton.
v Jika muatan perahu 12 meter,
banyak papan yang digunakan untuk membuat perahu ± 5 kibik / ikat, muatan yang bias
dicapai dengan perahu 8 – 9 ton.
Pemasaran
perahu atau ketek ini sudah banyak dipasarkan di daerah jambi ini sendiri maupun
luar jambi.Pemasaran di daerah sendiri yaitu, seperti: tebo, muaro bungo,
rantau panjang, tembesi, bulian.kalau daerah luar jambi seperti Padang. Ada
juga perusahaan yang memesan seperti: PT. Gudang Garam, PT. Matin, PT. Bahari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar