Senin, 10 Juni 2013

Transportasi tradisional di kota Jambi

Perahu  atau Ketek
I.1     LATAR BELAKANG
            Di Era modern ini jarang kita temuin tempat- tempat yang masih alami dan masih erat dengan tradisionalnya. Tapi di kota jambi masih ada tempat – tempat yang bisa kita temuin yang alami dan masih erat dengan Tradisionalnya yaitu SEKOJA (Seberang Kota Jambi).
Seberang Kota Jambi atau Sekoja adalah bagian utara Kota jambi yang dipisahkan oleh sungai Batanghari. Walaupun hanya berjarak beberapa ratus meter dari Pusat Kota, namun Sekoja jauh tertinggal dibandingkan dengan bagian Kota Jambi yang lain. Tidak  ada gedung tinggi,apalagi mall, yang ada hanyalah rumah rumah panggung khas Jambi. Seberang Kota Jambi adalah wajah Kota Jambi sebenarnya, tempat warga asli melayu jambi tinggal beserta adat istiadatnya, serta tempat peninggalan benda bersejarah yang masih bertahan dan terjaga baik dari gerusan zaman. Sekoja bersebelahan dengan pusat kota Jambi, namun untuk menuju kesana harus melintasi sungai Batanghari dahulu. Anda dapat menggunakan Getek (atau Ketek) ataupun perahu wisata tradisional Jambi yaitu “Kajang Lako”. Perjalanan dengan Perahu dari Pusat Kota menuju Sekoja hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja dengan biaya 2ribu-5ribu saja .


https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/283777_3002471120165_1505428407_n.jpgSungai Batanghari merupakan sungai terpanjang di Sumatera yang berhulu dari danau Kembar di Solok. Mengalir melewati provinsi Sumatera Barat lalu Jambi dan bermuara di selat Berhala. Di kota Jambi sungai ini membelah kota menjadi dua bagian yaitu Jambi kota dan Jambi seberang. Jambi kota dan seberang dihubungkan oleh jembatan Aur Duri dan yang paling baru adalah jembatan Batanghari. Dari kejauhan jembatan Batanghari mirip dengan jembatan Sydney di Australia.Selain lewat jembatan, masyarakat Jambi masih setia menggunakan perahu motor yang disebut ketek untuk menyeberang dari kota menuju seberang. Ongkosnya yang murah hanya dua ribu rupiah membuat semua kalangan mulai dari pedagang, anak sekolah, sampai pegawai negeri rutin menggunakan ketek.Ketek banyak dijumpai di dermaga di belakang pasar Angso Duo, pasar induk di Jambi. Selain itu bisa juga ditemui di belakang Ramayana. Tepat di sebelah pasar.Ketek bisa memuat paling banyak 15 orang. Bagi yang belum terbiasa naik ketek mungkin akan takut jatuh karena perahu ini akan bergoyang-goyang saat pertama kali naik perahu. Namun, perahu akan stabil saat mulai melaju.
Pembuat ketekditekuni oleh pak M.Yunus sejak tahun 1985.Bapak ini dulu bekerja dengan orang lain sebelum memiliki usaha keteksendiri dengan pekerjaan yang sama yaitu mebuat ketek. Dengan modal yang sangat minim dan pengetahuan yang masih sedikit bapak ini belajar dengan temannya.
·         Ada 3 macamukuranperahu:
1.      Perahu yang panjangnya 7 meter, dijual dengan hargaRp 4.500.000,dengan modal Rp 2.000.000 , dan dapat diselesaikan dalam waktu 10 hari.
2.      Perahu yang panjangnya 8 meter, dijualdenganhargaRp 7.000.000, dengan modal Rp3.000.000 ,dandapatdiselesaikandalamwaktu 15 hari.
3.      Perahu yang panjangnya 12 meter, dijualdenganhargaRp 23.000.000, dengan modal Rp 13.000.000, dandapatdiselesaikandalamwaktusatubulan.
Dalamsatubulanpemesananada 2-3 perahu.Pembuatan perahu ini dikerjakan sendiri tanpa menggunakan pegawai tetap.Jika pemesanan ketek 4-5 dipelukan pegawai panggilan 2 atau 3 orang agar penyelesaiaan perahunya cepat.
Muatan dan berapa banyak kayu yang digunakan jika ukuran perahu sebaga berikut:
v  Jika ukuran perahu 7 meter, banyak papan yang digunakan untuk membuat perahu 1 kibik/ ikat, muatan yang bias dicapai dengan perahu1 ton.
v  Jika ukuran perahu 8 meter, banyak papan yang digunakan untuk membuat perahu 1 1 /4kibik / ikat, muatan yang bias dicapai dengan perahu 3 ton.
v  Jika muatan perahu 12 meter, banyak papan yang digunakan untuk membuat perahu ± 5 kibik / ikat, muatan yang bias dicapai dengan perahu 8 – 9 ton.
Pemasaran perahu atau ketek ini sudah banyak dipasarkan di daerah jambi ini sendiri maupun luar jambi.Pemasaran di daerah sendiri yaitu, seperti: tebo, muaro bungo, rantau panjang, tembesi, bulian.kalau daerah luar jambi seperti Padang. Ada juga perusahaan yang memesan seperti: PT. Gudang Garam, PT. Matin, PT. Bahari.